How many peopple see may blog?

Sunday, 11 May 2014

Rahasia Sistem Akuaponik


Rahasia Sistem Akuaponik (Aquaponic System)

            Akuaponik merupakan salah satu inovasi tehnologi hijau yang ramah lingkungan dengan mengkombinasikan antara kegaitan Aquacultur (budidaya ikan) dengan Hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Sebelum diketemukaannya system akuaponik ini, pada kegaitan Aquakultur dan Hidroponik memiliki kendala yang besar, saya jelaskan. Pada kegaitan Aquakultur, permasalahan yang paling besar yang dihadapi pada kegaitan aquaculture yakni tingkat konversi  dari pakan ikan akan protein dari pakan menjadi daging masih rendah, yang terserap oleh tubuh ikan, sementara sisa dari kandungan protein (khususnya Nitrogen) yang terdapat didalam pakan terbuang menjadi feses pada kolam pemeliharaan ikan itu sendiri yang selanjutnya air buangan dari kegaitan bubidaya ikan ini akan dibuang ke alam dan menyebabkan meningkatnya kandungan Nitrogen diperairan alam (padahal hal ini masih dapat di manfaatkan). Sedangkan pada kegaitan budidaya tanaman tanpa tanah (Hidroponik) permasalahan yang timbul adalah dibutuhkan Nutrisi yang cukup besar pada media pemeliharaan tanaman, yang dapat menelan biaya yang cukup mahal.
            Munculnya system akuaponik menjadi solusi dari permasalahan dari kegaitan akukultur dan hidroponik. Akan tetapi dalam kegiatan akuaponik dan hidroponik terdapat komponen/ suatu hal yang menyebabkan akuaponik dan hidroponik dapat disatukan sehingga membentuk sirkulasi yang saling menguntungkan yakni, adanya Proses Nitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter. Mengapa?. Tanaman pada kegaitan akuponik tidak memafaatkan feses ikan yang belum berubah menjadi Nitrat, tanaman pada kegiatan akuponik masih memperoleh sumebr nutrisinya yang berasal dari feses ikan yang masih dalam bentuk ammonia. Pada tahap selanjutnya dengan adanya proses nitrifikasi oleh bakteri nitrosomionas dan nitrobacter akan merubah ammonia yang tidak dapat dimanfaaatkan pada tanaman sebagai sumber nutrisi menjadi dapat dimanfaatkan dalam bentuk  Nitrat.
Berikut penjelasan mengenai perubahan ammonia menjadi Nitrat.





Sumber Gambar: Maryland Dep. of Natural Resources dalam Thomas

Demikiaan lah informasi aquaponik yang saya sampaikan, untuk segala kesalahan dari tulisan saya harap dapat dimaklumi dan silahkan kritik dan saran anda agar tulisan saya dapat lebih baik lagi. Terimaksih.

Daftar pustaka.
Aquaponic farming and creation of reusable waste cycle and a regenerative water cycle. Thomas  
Patrick Owens. Departement of Env. Studies, University of West Florida, Bldg. 13, 
11000 University Pkwy Pensacola, Florida 32514




Monday, 31 March 2014

Rahasia Penggunaan Ovaprim

RAHASIA PENGGUNAAN OVAPRIM


    Ovaprim adalah produk ajaib dunia perikanan abat ini. Mengapa?... karena dengan adanya Ovaprim, kini memijahkan ikan semakin mudah. Cukup disuntikan dosis 0,5 ml/kg pada jantan dan betina, tunggu beberapa jam, striping indukan dan keluar lah telur atau sperma yang selanjutnya disatukan kemudian terjadilah fertilasi pada telur dan tunggun beberapa jam terbentukalah Larva ikan... (BEGITU KIRA2)...





APA SESIMPEL ITU ??????

NO...NO....

INI FAKTANYA.....

1) Ovaprim hanya Untuk Proses Ovulasi telur, bukan PEMATANGAN telur
2) Telur yang BELUM sesuai TKG-nya (Tingkat Kematangna Gonadnya)  tidak akan tumbuh menjadi larva ketika diketemukan dengan sel sperma... kemungkinan besar telur mati
3) Ada mekanismenya.

untuk lebih jelasnya silahkan simak ini:

1)APA ITU OVAPRIM?

JAWAB:

       Ovaprim adalah produk merek dagang dari Syndel Laboratories LTD, yang berfungsi untuk merangsan ikan untuk terjadinya Proses "OVULASI" (Cek ulasan Ovulasi pada ikan pada link berikut : (OVULASI IKAN).

Kandungan dari Ovaprim adalah:
a) Salmon Gonadotropin Releasing Hormon Analog (GnRH A)
b) Domperione B.P
c) Propylene Glycol USP  (Sumber: Kemasan Ovaprim)


2) GIMANA MEKANISME KERJA OVAPRIM?

JAWAB:

       Sebelum anda mengetahui kinerja ovaprim, akan saya jelaskan bagai mana kinerja tubuh ikan dan pengaruh faktor eksternal lingkungan merangsang ikan akan untuk memijah secara alami:

Menurut Rottmann et al, 1991a; Evans dan Claiborne, 2006 dalam Roy P.E. Yanong, menyebutkan:

        "Ketika ikan dalam keadaan  pemijahan alami. Faktor lingkungan dan internal (dalam tubuh ikan) timbul karena pengaruh hormon untuk mematangkan telur pada ikan betina, dan hormon untuk mematangkan sperma pada ikan jantan. Pertama hormon ini disebut  "GONADOTROPIN-RELEASING HORMONE" (GnRH) yang dilepaskan dari Hipotalamus ikan (suatu bagian di otak ikan) kemudian menuju kelenjar Pituitary (HIPOFISA), yang kemudian  melepaskan Gonadotropin hormon (Khususnya GtH-II).

        Si GtH-II ini kemudian akan berjalan menuju Ovary dan Testes (Organ reproduksi ikan betina dan jantan) dan menstimulasi testes dan ovary tersebut untuk memperoduksi Steroids dan Prostaglandins. Ke-dua  hormon ini lah yang berkerja langsung pada Gonad ikan (testes dan ovary)  untuk menjadikan kematangan akhir (Final maturation)  dan melapaskan Telur (oocytes) pada ikan betina yang kita sebut Ovulasi (Ovulation) dan sperma akan terlepas pada ikan jantan yang kita kenal dengan Spermiasi (Spermiation)

Sumber gambar: Roy P.E. Yanong  

namun, pada beberapa ikan, ada beberapa komponen yang disebut "dopamine" secara alamiah dopamin ini berfungsi untuk memblok hormon GnRH untuk beraksi, dan menghalangi untuk memperoduksi produksi telur dan sperma dibawah kondisi yang sesuai.


BEGITU GAN, KIRA2 MEKANISME RANGSANGAN PEMIJAHAN SECARA ALAMI.



3) TRUS, FUNGSI OVAPRIM DIMANAN NYA?

JAWAB:


Untuk fungsi ovaprim, bekerja untuk terjadinya proses ovulasi pada ikan yakni dengan menggunakan kandungan GnRH a yang disuntikan kedalam tubuh ikan sehingga informasi GnRH a yang disuntikan akan seakan-akan adalah informasi GnRH yang alamiah berasal dari dalam tubuh ikan itu sendiri padahal GnRH ini adalah yang berasal dari Ovaprim, sementara itu kandungan Domperidone yang berada didalam Ovaprim akan menghalau Dopamint untuk memblokir GnRH sehingga kondisi GnRH yang terkontrol tidak terjadi dan selanjutnya GnRH dapat bekerja secara leluasa untuk bereaksi didalam tubuh ikan.


4) SETELAH TERJADI PEMBUAHAN/FERTILISASI (BERTEMUNYA SEL SPERMA DAN SEL TELUR) TELUR AKAN BERKEMBANG MENJADI LARVA?

JAWAB:

ENGK JUGA, MASIH ADA PERMASALAHAN SATU LAGI

Setelah telur dikeluarkan oleh induk betina dan sperma dikeluarkan oleh induk jantan (karena rangsangan Ovaprim), telur akan terbuahi? engk juga. Telur ikan memiliki masa stadia Perkembangan telurnya. Perkembangan telur & Sperma ikan  kita kenal dengan TKG (Tingkat Kematangan Gonad).

Saya akan menjelaskan TKG pada induk betina saja (karena ini yang paling lama proses perkembangannya).


SAYA AKAN MENGAMBIL CONTOH TKG PADA IKAN LELE AFRIKA(African Catfish)
ikan Lele Afrika ini (pada ikan betina) memiliki 6 tingkatan kematangan gonad telur (Owiti and Dadzie, 1989 ) pada foto sebgai berikut:




difoto tersebut terlihat keterangan beberapa bentuk telur tingkatan telur ikan lele:

a) Stadia 1 (Immature Virgin)

telur ikan berwarna sedikit transparan berwarna coklat, stadi Pre-Vitello genesis (pembentukan kuning telur), ukuran telur kecil 7-10 micron dan didalam telur tidak terdapat kuning telur.

b) Stadia 2 (Devloping Virgin)

Telur ikan masih trasnsparan, berwarna coklat, telur menempati ketiga dari panjang ronga tubuh, masing-masing telur dapat terlihat dengan mata telanjang, stadi Pre-Vitello genesis (pembentukan kuning telur),  dan ukuran telur meningkat sekitar 200 micron.

c) Stadia 3 (Ripening)

Telur mulai terlihat buram, berwarna coklat kehijauan, mengisi setengah bagian panjang bagian ventral. Telur terlihat sebagai berwarna kuning kehijauaan atau coklat kekuningan dan secara granula dan pembuluh darah terlihat sekitar ovary. Pada stadia ini kuning telur telah terbentuk didalam telur dan bisa untuk pakan larva yang menetas.

d) Stadia 4 (Maturing atau Ripe)

Ovary pada ikan terlihat membesar, berwarna coklat kehijauan.

Sehingga tingakat kematangan gonad (TKG) yang cocok pada telur ikan lele pada contoh ikan (African Catfish) adalah pada stadia 4. Demikian lah saya ambil contoh pada perkembangan gonad ikan African catfish.
     
    Pada dasarnya perkembangan telur yang didalam indukan ikan harus telah mencapai kematangan yang cukup untuk berhasil berkembang menjadi larva ikan. Oleh karennya pengalaman berulang-ulang akan kegiatan pemijahan merupakan hal yang perlu bagi pembudidaya untuk menentukan TKG yang sesuai. Dengna demikian para pembudidaya akan dapat menentukan akan kesiapan telur didalam induk ikan sudah layak kah untuk dipijahkan ataupun belum.
   
     Demikian lah, beberapa pemaparan dari tulisan blog saya akan rahasia dari pengunaan ovaprim..




   

Sunday, 24 November 2013

Pemijahan Ikan Corydoras













  Ikan Coridoras atau yang disebut dengan Corydoras Catfish dalam bahasa inggris. Merupakan ikan yang dapat ditemui di perairan sungai yang deras di Northern South America. Ikan ini akan hidup dengan baik jika dipelihara dalam aquarium dengan ukuran apa saja dan  dengan temperatur kisaran 20-25oC (68-77oF)  (menurut Andrew,1986) . Dalam pemeliharaan ikan Corydoras tidak diperlukan tanaman perairan yang rimbun, dan pH yang digunakan dalam pemeliharaan haruslah dalam pH yang netral. Sementara untuk pemberiaan pakan pada pemeliharaan ikan Corydoras dapat diberikan pakan berupa cacing sutra yang dalam keadaan hidup, Selain itu karena kebiasaan hidup dari ikan Corydoras ini berada dalam di dasar perairan (demersal ) maka pemberiaan pakan buatan (pelet) haruslah dipilih pakan yang dapat langsung tengelam hal ini dimalsudkan agar dapat dicapai oleh si ikan ini. Tak lupa penggunaan airator atau resirkulasi sangatlah dibutuhkan akan menunjang kelangsungan hidup, meskipun ikan ini tergolong dalam ikan Cat fish akan tetapi belum ada yang pernah menuliskan ikan ini dapat langsung mengambil udara dari permukaan air layaknya ikan-ikan cat fish yang memiliki alat bantu pernapasan (Aborescent) seperti pada ikan lele (Clarias sp).

 
Gambar: (atas) Ikan Corydoras Betina memiliki tubuh berwarna sedikit Pink, (bawah) Proses Pelepasan telur oleh ikan betina (Sumber: Andrews, 1986)
   
Setelah, anda dapat berhasil untuk mempertahankan kehidupan dari si ikan ini, maka anda dapat melangkah selanjutnya ke tahap Breading/pemijahan. Menurut (Andrew,1986) untuk melakukan proses pemijahan pada ikan coridoras, ukuran aquarium yang digunakan 45x25x25cm. Sementara untuk membedakan antara ikan Corydoras jantandan betina dapat diketahui dengan ciri-ciri sebagai berikut:

a)    Ikan betina memiliki tubuh yang membulat jika dibandingkan dengan ikan jantan,  bentuk tubuh ikan betina memiliki tubuh yang lebih lebar, dan memiliki warna tubuh yang sedikit berwarna pink

b)    Sementara untuk ikan jantan memiliki sirip dorsal (sirip punggung) lebih tinggi dibandingkan dengan ikan betinan (untuk beberapa spesies).

Media dasar kolam digunakan batu-batuaan kerikil kecil dan beberapa batuaan besar, diguanakan tanaman air swordplants. Sementara Untuk suhu yang digunakan dalam kegiatan breading pemijahan digunakan kisaran suhu 23-24oC.
    Jumlah indukan jantan dan betina ikan Corydoras yang digunakan dalam satu media pemijahan (quarium) dua atau tiga ikan Corydoras jantan, dan satu ikan betina. Ketika akan melakukan proses pemijahan, ikan Corydoras betina akan membersihkan tempat pemijahannya seperti batu-batuaan, dedaunan, dan kaca aquarium. Kemudiaan segera ikan betina akan menekan mulut nya kearah Ventral ikan jantan, dan memperoleh cairan sperma(milt) dan meletakan di area pemijahan. Dan ikan betina akan melepaskan beberapa sejumlah telur hingga 150-200 butir telur. Lamanya proses pemijahan dapat mencapai satu atau dua hari, sedangkan bentuk telur dari ikan Corydoras dapat diamati. Dan ikan Corydoras akan dapat memijah kembali setelah satu minggu.
 Akan tetapi jika ikan Corydoras tidak mau melakukan proses pemijahan dapat dilakukan kejutan penurunan suhu untuk merangsang ikan Corydoras untuk melakukan pemijahan yakni dengan kisaran penurunan suhu air yang tidak melebihi dari penurunan 4(oC) yakni dapat dilakukan dengan memeberikan batu es yang terbungkus plastik di media pemijahan (menurut Andrew,1986).
    Demikiaan lah, beberapa informasi akan pemijahan ikan Corydoras ini saya peroleh dari beberapa referensi. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan akan segala kekurangan. Saya sampaikkan terimakasih.


Daftar Pustaka:

 Dr.Chris Andrews, 1986.”Fish Breeding. Comprehensive Adivice On Breading A Wide Selection Of Popular Aquarium Fishes”.Interpet:United Kingdom.



Monday, 21 October 2013

Daftar Klasifikasi Ordo ikan






                                             Rangkuman Beberapa Ordo Ikan


         Mungkin kawan-kawan  pembaca sering mengalami kebinggungan bagaimana mengetahui beberapa klasifikasi beberapa spesies ikan, dalam tulisan ini saya mencoba merangkumkan beberapa Ordo dari spesies ikan (saya baru hanya bisa menyebutkan beberapa ordo, namun untuk familiy dan seterusnya saya belum bisa, menggumpulkan informasi tersebut). Adapun berikut beberapa klasifikasi ikan yang ada berdasarkan penggolongan dari nya Ordo (bangsa), yakni:

*Note: tanda kurung memberikan keterangan dari bebrapa ciri-ciri ikan yang diklasifikasikan berikut (eg) contoh  spesiesnya.



1.    Cyclostomata (bangsa ikan bermoncong bundar) (eg: Ikan Lamprey)

2)    Pleurotremata (bangsa ikan hiu)

3)    Hypotremata (bangasa ikan pari)

4)    Chimaeriformes (bangsa ikan bertulang rawan) (eg: cihmaera)

5)    Dipnoi (bangsa ikan paru) (ciri-ciri dari ikan ini yakni adanya sepasang paru-paru)

6)    Crossopterygii (bangsa ikan celakan) (hampir punah ) (ikan ini memiliki batang sirip ekor yang berbeda pada ikan ikan yang lain pada    umumnya) (eg: ikan  Raja Ikan (Latimeria menadoensis)

7)    Polypteriformes (Bangsa ikan bicir) (eg: Polypterus)




 Gambar 1: Ikan Polypterus (sumber: Wikipedia)

8)    Acipenseriformes (bangsa ikan pedal) (eg: ikan sturgeon)

 
 Gambar 2: Ikan Sturgeon (sumber: Wikipedia)

9)    Amiiformes (bangsa ikan roa-roa, ikan yang seperti ikan aligator)

10)  Elopiformes (bangsa tarpon) ( seperti ikan bandeng, berwarna keperak2an)

11)   Anguilliformes (bangsa sidat)




12)   Notacanthiformes (bangsa sidat berduri)

13)  Clupeiformes (bangsa ikan haring) (ikan tangkap (ikan ini seperti ikan tembang), (eg: sarden (sardina
        pilchardus)))

14) Osteoglossiformes (Bangsa ikan berlidah tulang) (eg: ikan arapaima gigas, arwana (Osteoglossum
       bicirrhosum))

15)  Mormyriformes (bangsa ikan belalai) (eg: Ikan kupu-kupu,(ikan nil))

16)  Salmoniformes (bangsa ikan salem)

17)  Gonorhynchiformes (bangsa  ikan bandeng)

18)  Cetomimiformes (bangsa ikan teleskop) (eg: ikan giganturid)

19)  Cypriniformes (bangsa ikan karper) (eg:ikan neon tetra)

20)  Siluriformes (bangsa ikan kumis) (eg: Koridoras)

21) Percopsiformes (bangsa ikan salem-kerapu)(dulu dikira ikan ini sebagai penghubung ikan bersirip lemah dan keras) (eg: Percopsis orniscomaycus)

22) Batrachoidiformes (bangsa ikan bangkong) (ikan berkepala besar dan agak pipih) (bergigi runcing)(eg: Opanus tau)

23) Gobiesociformes (bangsa ikan penempel) ((kemapuannya menempel di batu karang)( eg: Lepadogaster Lepadogaster)

24) Lophiformes (bangsa ikan sungut ganda) (eg: Histrio histrio)

25) Gadiformes (bangsa Ikan Kod)

26)  Atheriniformes (Bangsa ikan terbang) (eg: Poeciliidae)

27)  Beryciformes (bangsa ikan tupai) ( bertubuh tinggi, bermata besar, dan sirip berduri )(eg: Holocentridae)

28)  Lampridiformes (bangsa ikan pipih) (eg: Ikan raja (lamprius luna))

29)  Zeiformes (bangsa ikan dori) (eg : zeus faber)

30)  Gasterosteiformes (bangsa ikan terompet) (eg: kuda laut)

31)  Channiformes (bangsa ikan gabus) (eg: Channa asiatica)

32)  Synbranchiformes (bangsa belut)

33)  Scorpaeniformes (bangsa ikan kalajengking) (eg: ikan lepu)

34)  Pegasiformes (bangsa ikan ngengat laut)

35)  Perciformes (bangsa kerapu)

36)  Ciklid (Ikan sirip punggun awal berduri)

37)  Pleuronectiformes (bangsa ikan sebelah) (eg: platichthys flesus)

38)  Tertraodontiformes (bangsa buntal)


demikianlah beberapa Ordo dari bebrapa ikan yang dapat saya sebutkan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca dan khususnya bagi saya sendiri.


Daftar Pustaka:

Ensiklopedia Fish and Amphibiants. (sumber gambar judul)

Utggeverijiw. Van Hoeve B.V, Ensiklopedia indonesia seri fauna  jilit 1 (Ikan) (Jakarta:
                      Ichtiar Baru Van Hoeve, 1992)

Wikipedia.com (sumber gambar)






Wednesday, 27 February 2013

Bioenergetika Pada Proses Reproduksi Ikan


         Proses Pembelanjaan energi (Bioenergetika) didalam tubuh ikan yang digunakan sebagai proses reproduksi ikan merupakan proses yang kompleks, dimana perubahan sumber energi yang diperoleh dari makanan kemudian dirubah didalam tubuh ikan  yang disalurkan ke berbagai fungsi-fungsi di dalam tubuh ikan. Sumber energi didalam makanan yang dimakan oleh ikan akan digunakan untuk beberapa hal pada bagi tubuh ikan diantaranya: enrgi untuk pertumbuhan tubuh ikan, energi untuk melakukan metabolisme basal (melakukan fungsi fisiologis, seperti memompa darah, pergerakan insang)  dan Pematangan gonad atau sel kelamin.

           Berikut penjelasan proses perubahan energi yang digunakan bagi ikan berdasarkan literatur   menurut (e.g., Kamler, 1992; Jobling, 1994; Wootton, 1998 dalam Maria J.R, et all, 2008.) sebagai berikut:


                                                            C = F + P + M+ U

dimana dengan keterangan C adalah energi utuh yang dikonsumsi dari makanan oleh ikan, kemudian bebrapa energi ini hilang dan berubah didalam Fesses Ikan, yang disimbolkan dalam F. Bebrapa energi diberikan untuk pertumbuhan jaringan sel somatik (jaringan sel tubuh) dan gamet yang yang keduanya disimbolkan dalam P. Energi yang dikeluarkan dalam ranges kebutuhan metabolisme aktivitas dan pencernaan makanan yang disimbolkan dalam M, Kemudian hasil dari metbolisme terekskresi dalam urea U. dengan demikian P merupakan nergi yang akan dimanfaatkan sebagai pertumbuhan tubuh ikan dan pematangan sel kelamin.

Dari rumus diatas dapat disederhanakan lagi, menurut Maria J.R, et all, 2008 pembagiaan energi dalam proses reproduksi ikan, yakni:



E tot pre - E tot post = P gem + P sek + M bas + M mugr + M beh + M posttep



penjelasan sebagai berikut:

     Nutrisi (makana) yang diambil dan menjadi energi yang tersimpan dalam tubuh  yakni (E tot pre) energi yang tersimpan sebelum pemijahan, sedangkan (E tot post) energi yang tersimpan setelah pemijahan. Energi yang terinvestasikan dalam pertumbuhan jaringan reproduksi dibagi kedalam gamet ( P gem) dan pertumbuhan yang ke dua untuk karekteristik sexual (P sex). Kemudian (M bas) adalah kebutuhan metabolisme dasar selama periode reproduksi, (M mig) adalah energi yang digunakan untuk melakukan pemijahan yang dilakukan secara bermigrasi atau( M beh) adalah energi yang digunakan dalam kebiasaan ketika ikan akan memijah seperti mempertahankan wilayahnya, masa pengenalan lawan kelamin, dan perkawinan, dan yang terakhir kebutuhan akan energi perawatan larva dan mempertahankan sarang. dan terakhir (M posttep) adalah kenaikan metabolisme pada ikan yang disebabkan dari kegaitan kebiasaan setelah pemijahan yakni seperti  perawatan induk (parental care).




Daftar Pustaka:

Maria J.R, Agustine A, B.G.  Kapoor. 2008. Fish Reproduction. USA: Science Publishers

(buku yang menjadi acuan)