How many peopple see may blog?

Tuesday, 9 August 2016

Pemijahan Ikan Sidat

Pemijahan ikan sidat, pemijahan ikan sidat, pemijahan ikan sidat, umur ikan sidat, sidat, penjualan ikan sidat, beli ikan sidat , sidat ,pemijahan ikan sidat terjadi, proses pemijahan ikan sidat

Thursday, 2 June 2016

Gagal Penetasan Telur Ikan Lele


Gagal Penetasan Telur Ikan Lele



       Bagi pembudidaya mungkin akan merasa senang. Ketika melihat telur indukan lelenya berhasil memijah dikolam dan menempel  di kakaban. Selanjutnya mungkin sudah tidak terbayang akan mendapatkan ribuan benih ikan lele dari hasil pemijahan tersebut. Tapi TUNGGU dulu....hingga dua hari berikutnya telur yang menempel di kakaban tidak ada satupun yang berhasil menetas menjadi larva atau mungkin sudah ada yang menetas , Namun kuantitas daya tetasnya masih sedikit.

Apa Kendala?

Oleh karenanya dala tulisan ini akan saya bahas hal-hal yang berkemungkinan menjadi faktor penyebabnya, pembahasan ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis dan beberapa litelatur pustaka yang terkait.
   
       Ada beberapa faktor kemungkinan penyebab telur ikan lele gagal menetas, diantaranya:

1) Faktor telur yang belum matang 
    
    Hal ini bisaa jadi salah satu yang mempengaruhi telur gagal menetas, seperti yang kita ketauhi bahwa telur ikan memiliki stadia perkembangannya di dalam perut indukan betina. Perkembangan telur didalam tubuh indukan betina dikenal dengan TKG (tingkat kematangan gonad). Jika kondisi telur belum matang dan dipijahkan. Telur tersebut berkemungkinaan tidak akan berkembang menjadi larva.
     SOLUSINYA: Pembudidaya harus dapat membedakan kematangna telur yang sudah siap dan belum berdasarkan warna telurnya. Berdassarkan  pengalaman peulis, telur yang berwarna hijau muda adalah telur yang masih belum matang untuk dibuahi oleh sperma, sedangkan telur yang berwarna hijau kecoklatan adalah telur yang siap untuk dibuahi oleh sperma, dan bahkan lubang keluarnya telur pada ikan betina terlihat menyembul kearah luar dan berwarna kemerahan. Maka demikian perlu adanya penillaiaan dari pembudidaya secara cermat.

2) Penurunan kualitas air

     Faktor kualitas air juga dapat menyebabkan telur gagal menetas menjadi larva. Bisa jadi, ketika pagi hari pembudidaya melihat telur telah menetas menjadi larva dan siang harinya semakin banyak telur yang menetas, namun pada sore harinya warna air dikolam penetasan menjadi keruh (putih susu) dan berbau tidak sedap. Ini merupakan salah satu indikasi bahwa terjadinya penurunan kualitas air, karena terdapat pembusukan pada telur yang gagal menetas yang menimbulkan Amonia (NH3) senyawa yang beracun bagi ikan.

Solusi: a) Meluasakan ukuran kolam pemijahan sehingga masa air yang ditampung semakin banyak dan penurunan kualitas air oleh amonia dapat tertahan oleh besarnya masa air, b) Mengalirkan aliran air masuk dan keluar tanpa terputus dan mengantikan air yg berada di kolam secara perlahan.

Namun, jika kondisi air tidak menjadi keruh dan kondisi telur pada TKG yang sesuai untuk pemijahan, tetapi telur masih tidak mau menetas, maka perlu anda waspadai faktor kualitas air baku. Sehingga penulis menyarankan untuk melakukan pengecekan sampel kualitas air di lab terdekat. 

Monday, 28 December 2015

Pembiusan ikan


    
    Pembiusan ikan dimaksudkan dilakukan untuk mencegah stresnya ikan akibat handling khususnya saat penanganan indukan ketika akan dipijahan, oleh karenannya indukan ikan perlu untuk ditenangkan dengan menggunakan larutan bius. Banyak larutan bius (anestesi) yang dapat dilakukan, diantaranya MS-222, 2-phenoxythanol, dan minyak cengkeh. 
    
    Bahan-bahan kimia khususnya MS-222 dan 2-phenoxythanol mungkin dirasa masih sulit untuk kita dapatkan dibeberapa toko kimia atau bahkan jika dapat diperoleh maka akan sedikit dipersulit untuk mendapatkannya, karena bisa disalah gunakan pemakainnya untuk pembiusan manusia. Sementara minyak cengkeh mungkin masih bisa diusahakan untuk memperolehnya, ataupun dibuat sendiri.

   Untuk cara penggunaan minyak cengkeh sendiri disesuaikan dengan konsentrasi pengguanaanya berdasarkan konsentrasi (ppm) yang akan digunakan. Adapun prosedur pembuatan konentrasinya yakni pertama buat larutan baku 10% ( 1 ml minyak cengkeh + 9 ml air). Kemudian tentukan konsentrasi dalam satuan ppm yang ingin digunakan. 

Contohnya:

1 1)      jika ingin menggunakan konsentrasi pembiusan sebanyak 100 ppm ( ambil 1 ml larutan baku yang telah dibuat + 1 liter air)

2  2 )      jika ingin membuat konsentrasi 50 ppm (ambil 0,5 ml larutan baku + 1 liter air)

3  3)      jika ingin membuat konsentrasi 25 ppm (ambil 0,25 ml larutan baku + 1 liter air)

catatan, jika dirasa anda sulit untuk menenukan takaran 1 ml maka anda dapat menggunakan suntikan/syring kapasitas 1 ml (dapat diperoleh di apotik).

Wednesday, 29 July 2015

Inkubator Telur Ikan


     Tidak hanya telur ayam yang memiliki ingkubator untuk menetaskan telurnya, akan tetapi pada telur ikan dapat ditetaskan menggunakan ingkubator. Definisi ingkubator adalah alat yang dipanasi dengan aliran listrik yang dipakai untuk memerami telur, mikroba dan menghangatkan bayi yang lahir prematur (Wikipedia.com). Ingkubator telur ikan memiliki prinsip yang sama dengan ingkubator pada umumnya yakni melakukan kegiatan penetasan telur dengan cara menjaga kondisi telur agar selalu dalam keadaan penetasan yang optimal sehingga diharapkan dapat meningkatkan angka Haching Rate (Angka penetasan telur) tersebut. 
    Ingkubator penetasan telur ikan memeiliki model yang beragam dan metode kerja yang berbeda-beda, berikut beberapa jenis ingkubator telur ikan yang dapat penulis rangkumkan:

1) Corong Penetasan
     Berdasarkan pengalaman penulis, corong penetasan merupakan ingkubator ikan yang berbentuk kerucut dan menerapkan sistem resirkulasi pada sistem pengairannya. Aliran inlet memasuki corong penetasan pada bagian atas corog kemudian akan terjadi proses pengadukan telur yang berada didasar corong, denggan catatan debit inlet harus diatur sedemikian rupa sehingga telur ikan teraduk dan masih tertahan didasar corong. Pada bagian aliran atas corong terdapat titik outlet air yang menuju bak penampungan larva ikan.
     Larva ikan yang telah menetas secara otomatis akan berenang menuju aliran outlet. Selain itu penambahan batuan zeolit dapat memungkinkan diletakan pada sistem, denggan tujuan untuk menggurangi kandungan amonia pada air yang disebabkan adanya telur yang membusuk. Karena sistem penetasan yang menggunakan sistem pengairan yang ter resirkulasi, maka memungkinkan penggunaan  alat Heater (Pemananas air) untuk meningkatkan suhu air agar penetasan berjalan secara optimal.

Berikut beberapa gambar bentuk corong penetasan yang dapat penulis kumpulkan:


A) Tabung petasan (Pada prinsipnya penggunaanya sama dengan corong penetasan akan tetapi yang membedakan hanyalah bentuknya yang tabung). Sumber: Jhingran dan Pullin, 1985

B) Corong penetasan yang menggunakan prinsip aliran inlet yang berada didasar corong. Sumber:  Sumber: Jhingran dan Pullin, 1985




C) Corong penetasan yang benar-benar berbentuk corong. (Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=NxCBMvdXg7I)



2)Bak Penetasan
    Bak penetasan merupakan ingkubator telur ikan yang berbentuk bak akan tetapi pada ingkubator ini terdapat mekanisme kerja yang berbeda dengan ingkubator ikan lainnya. Umumnya ingkubator ini masih jarang digunakan pada hatchery di Indonesia tetapi  digunakan di wilayah USA.  Selain itu ingkubator ini kebanyakan digunakan untuk menetaskan telur Ikan Chanel Cat Fish. Canel Cat fish merupakan ikan yang berkerabat dengan jenis ikan cat fish lainnya (ikan lele) hanya saja pada ikan Chanel Cat fish memiliki proses parential (perawatan orang tua (Ikan)) terhadap telur yang sudah dipijahkan.

 

 (sumber: http://www.fao.org/docrep/005/ac742e/ac742e05.htm)

     Pada sistem ingkubator ini. Aliran inlet air tidak mengaduk telur yang berada didalam bak, tetapi air pada ingkubator hanya mengalir masuk dan kelur ingkubator, hal ini disebabakan karena sifat dari telur ikan chanel cat fish yang saling merekat dengan telur yang lainnya. Sementara itu terdapat Fadel (pedal kincir) yang bergerak memutar, hal ini dimaksudkan untuk terjadinya difusi udara khususunya oksigen ke dalama air yang menyerupai pergerakan sirip induk ikan

3)Rak Penetasan

Monday, 12 January 2015

PEMIJAHAN IKAN GRASS CARP

Pemijahan Ikan Grass Carp


Gambar ikan grass carp
 Sumber: Dokumen pribadi penulis

   Ikan Grass Carp bukan lah ikan endemik  perairan indonesia, melainkan ikan hasil introduksi dari negara lain. Catatan tertua yang pernah menyatakan introduksi ikan ini ke wilayah perairan tawar indonesai adalah Sireman dan Smith (1983) yang menyatakan ikan grass carp masuk ke perairan indonesai pada awalnya melalui daerah Sumatra pada tahun 1915 yang berasal dari China. Selanjutnya ikan ini didatangkan kembali ke wilayah Jawa pada tahun 1949 dengan asal negara yang sama.
  Dihabitat alaminya ikan grass carp hidup pada daerah sekitar timur China dan USSR (Daerah jajahan Soviet dulu) pada kordinat 50-23 LU (lintang utara). Perairan hidup ikan ini berada pada perairan tawar meliputi sungai yang tidak terlalu deras, danau dan kolam menurut Sireman dan Smith (1983).
  

 
 Gambar peta habitat penyebaran ikan grass carp ditandai pada lingkaran merah
Sumber: Antalfi et al. (1972) dalam sireman dan Smith (1983)
 Gambar peta negara Uni Soviet dan China
Sumber: www.Kompasiana.com



Reproduksi ikan grass carp tergolong dalam jenis ikan heteroseksual artinya ikan ini terbagi menjadi dua jenis kelamin jantan dan betina dan bukan lah jenis ikan hemaprodit. 

   Pemijahan ikan grass carp dapat dilakukan dengan cara pemijahan  semi buatan dan buatan. Pemijahan semi buatan artinya dalam pemijahan ikan grass carp dilakukan dengan terlebih dahulu disuntikan hormon perangsang pada pasang ikan jantan dan betina selanjutnya dibiarkan memijah secara alami. Sedangkan pemijahan buatan dilakukan hal pemyuntikan hormon, tetapi masing-masing ikan jantan dan betina akan dilakukan kegiatan penyetriping atau yang lebih dikenal dengan pengurutan dengan tujuan ikan mengeluarkan cairan sperma dan sel telur. Namun sejauh ini belum diketahui ikan grass carp dapat dipijahkan secara alami tanpa adanya rangsangan hormon pemijahan di kolam pemijahan sejauh pengalaman penulis.

  Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan untuk memilih metode pemijahan ikan grass carp. Pemijahan buatan mungkin dapat diterapkan akan tetapi kelemahan dari tehnik pemijahan ini adalah pada tingkat resiko kematian indukan ikan grass carp tersebut, indukan ikan dapat mengalami kematian akibat kegiatan penyetripingan yang menyebabkan kerusakan pada organ dalam tubuh ikan  tersebut. Selain itu umur pemeliharaan indukan diperlukan lebih dari satu tahun pemeliharaan untuk menjadi indukan yang siap melakukan pemijahan, dirasa sangat disayangkan jika induk yang digunakan mengalami kematian akibat proses ini, dengan demikian menggunakan tehnik semi alami lah yang dinilai yang lebih baik untuk pemijahan indukan ikan grass carp.
  Tehnik pemijahan semi buatan ikan grass carp dapat diterapkan pada indukan ikan grass carp yang telah mencapai umur kisaran 1,5 tahun. Adapun prosedur pemijahan indukan ikan grasscarp yakni:

1) Sortasi induk
sebelum diseleksi indukan di puasakan terlebih dahulu selama 1 hari,
selanjutnya diseleksi denggan ketentuan sebagai berikut:

a) Induk Jantan
Pada sirip pectoral (sirip renang) ikan bagian atas akan terasa kasar untuk indukan jantan, pilihlah indukan yang sehat dan lincah

b)Induk Betina
Induk ikan betina memiliki perut yang bulat dan besar, jika diraba denggan tanggan akan terasa besar pada bagian perut, lakukan pembalikan induk ikan denggan secara hati-hati yang disebut denggal bell up dengan demikian posisi indukan dalam keadaan terletang maka akan dapat kita lihat pada bagian perut ikan kedua kantung telur akan berpindah ke kiri dan kekanan bagian tubuh ikan dan akan dapat kita lihat cekungan pada tengah-tengah kantung telur tersebut.

2) Kedua indukan diletakan di Bak pemijahan
Pasangan indukan ikan grasscarp terdiri dari 1 betina dan 3 jantan, selama 1 hari indukan diletakan di bak pemijahan tanpa diberikan pakan.

3)Penyuntikan indukan
Induk ikan grasscarp masing-masing disuntik dengan dosis 0,5ml /kg. pada induk betina 1/3 dosis disutikan pada 12 jam sebelumnya dan 2/3 dosis disuntik pada 6 jam sebelumnya. diushakan proses pemijahan jatuh pada malam hari karena berdasarkan literatur Shirman dan smith menyatakan bahwa proses pemijahan ikan grasscarp dialam terjadi pada malam hari. oleh karenanya dapat diandaikan penyu tikan 1/3 dosis dilakukan pada pukul 13.00 wib sedangkan pada penyuntikan 2/3 dosis dilakukan pada pukul 18.00, maka proses pemijahan akan dapat bereaksi pada kisaran pukul 21.00 hingga 03.00.


Sunday, 15 June 2014

Breading betta sp.

Are you look for guide to breeding of betta fish?



here at my blog, you can know that.



i will tell you step by step to breading betta fish:



1) do you have female and male of betta fish?

if you have it (female  and male of betta fish), you have to make sure they has in age to breeding. the female had age more or less is 6 month. but at male you can see he is in readiy to breading when he made  nest, so that mean he is ready to breading.




Kunjungi Chanel Youtube Saya, untuk video pembelajaran Breading yang lainny: 


2) one place (aquarium) only for one female and male

3) before to breading, you have to courtship the female and male.











                                                   (pictur 1: way to courtship the male to female)




4) before you put in the female to male place, make sure to one day before to not give they eat. Because if the female in full because eat, the egg will dificul to out from female body, so make sure not give female eat.

5) mix the female and male at 6 pm. (because the temperatur is go down is good to breeding ), you can place the female at male place until 2 or 3 day. but if the female is in bad injury (near dead)  because the fight you can cancel the breeding. because it is to dangerous, your female betta can dead.

6) cek the egg.
in 3 day you can put the female from male aquarium to recovery aquarium.



note:
-Sometime the female eat the egg (because that the fame have to put from the male place.
- sometime, the exprinc of the male of breading time is made good result breading
- sometime at first breeding of male made failur result, but in second or three time is made better

Sunday, 11 May 2014

Rahasia Sistem Akuaponik


Rahasia Sistem Akuaponik (Aquaponic System)

            Akuaponik merupakan salah satu inovasi tehnologi hijau yang ramah lingkungan dengan mengkombinasikan antara kegaitan Aquacultur (budidaya ikan) dengan Hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Sebelum diketemukaannya system akuaponik ini, pada kegaitan Aquakultur dan Hidroponik memiliki kendala yang besar, saya jelaskan. Pada kegaitan Aquakultur, permasalahan yang paling besar yang dihadapi pada kegaitan aquaculture yakni tingkat konversi  dari pakan ikan akan protein dari pakan menjadi daging masih rendah, yang terserap oleh tubuh ikan, sementara sisa dari kandungan protein (khususnya Nitrogen) yang terdapat didalam pakan terbuang menjadi feses pada kolam pemeliharaan ikan itu sendiri yang selanjutnya air buangan dari kegaitan bubidaya ikan ini akan dibuang ke alam dan menyebabkan meningkatnya kandungan Nitrogen diperairan alam (padahal hal ini masih dapat di manfaatkan). Sedangkan pada kegaitan budidaya tanaman tanpa tanah (Hidroponik) permasalahan yang timbul adalah dibutuhkan Nutrisi yang cukup besar pada media pemeliharaan tanaman, yang dapat menelan biaya yang cukup mahal.
            Munculnya system akuaponik menjadi solusi dari permasalahan dari kegaitan akukultur dan hidroponik. Akan tetapi dalam kegiatan akuaponik dan hidroponik terdapat komponen/ suatu hal yang menyebabkan akuaponik dan hidroponik dapat disatukan sehingga membentuk sirkulasi yang saling menguntungkan yakni, adanya Proses Nitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter. Mengapa?. Tanaman pada kegaitan akuponik tidak memafaatkan feses ikan yang belum berubah menjadi Nitrat, tanaman pada kegiatan akuponik masih memperoleh sumebr nutrisinya yang berasal dari feses ikan yang masih dalam bentuk ammonia. Pada tahap selanjutnya dengan adanya proses nitrifikasi oleh bakteri nitrosomionas dan nitrobacter akan merubah ammonia yang tidak dapat dimanfaaatkan pada tanaman sebagai sumber nutrisi menjadi dapat dimanfaatkan dalam bentuk  Nitrat.
Berikut penjelasan mengenai perubahan ammonia menjadi Nitrat.





Sumber Gambar: Maryland Dep. of Natural Resources dalam Thomas

Demikiaan lah informasi aquaponik yang saya sampaikan, untuk segala kesalahan dari tulisan saya harap dapat dimaklumi dan silahkan kritik dan saran anda agar tulisan saya dapat lebih baik lagi. Terimaksih.

Daftar pustaka.
Aquaponic farming and creation of reusable waste cycle and a regenerative water cycle. Thomas  
Patrick Owens. Departement of Env. Studies, University of West Florida, Bldg. 13, 
11000 University Pkwy Pensacola, Florida 32514